Jadi, untuk mengidentifikasi hadits yang bisa dijadikan hujjah adalah hadits yang shohih. Hadits shohih harus memenuhi beberapa persyaratan yang sangat mempengaruhi keshohihan hadits tersebut. Yakni:
- Sanadnya mesti bersambung. Maksudnya, setiap perawi itu mendengar langsung dari gurunya.
- al-‘Adalah. Maksudnya, para perawi memiliki kemampuan yang membuatnya dapat konsisten dalam ketakwaan dan menjauhi kefasikan serta perusak muru’ah (kehormatan). Hal ini dapat dijabarkan dengan muslim, baligh dan berakal yang tidak terus menerus berbuat dosa kecil serta tidak berbuat perbuatan yang merusak muru’ahnya.
- kesempurnaan adl-dlobth. Maksudnya adalah kekuatan hafalan dan penjagaannya. Para ulama membaginya kepada 2 sifat:
~Ash-shadr, yaitu kemampuan untuk menyampaikan hafalannya kapan saja dan di mana saja.
~al-Kitabah, yaitu kemampuan untuk menjaga kitab dan tulisannya sejak mendengarnya hingga menyampaikannya.
- Tidak ada syadznya.
- Tidak ada illat yang merusaknya.
Baik, sekiranya demikian yang dapat disampaikan semoga bermanfaat. Keep blogging..
0 komentar:
Posting Komentar